Teh Kotak
Setahun Sekali
Buat kamu yang dulu bekalnya air teh manis di botol bekas sirup, dan baru minum Teh Kotak di hari samen. Kotaknya lalu disimpan seperti piala.
Terbit 25 November 2026, bertepatan dengan Hari Guru.
Cianjur, 1992 sampai 1998. Enam tahun SD, satu lapangan, dan seorang bapak yang kebetulan guru.
Iqbal, yang dipanggil Balon karena alasan yang lebih panjang dari namanya, yakin dirinya pendekar. Teman-temannya lebih yakin ia penjaga sandal. Di Lapang Kidul ia belajar naik sepeda, belajar jatuh, dan belajar bangun sebelum Bapak melihat. Lalu di kelas enam keadaan memburuk. Bapak jadi wali kelasnya.
Ketawa
Lotre tarik yang hadiah utamanya cuma ada dalam legenda. Seminggu galau memilih Teh Kotak atau Ultra cokelat.
Kenal
Samen, gatrik, galasin, permen aspal, seragam dua nomor kebesaran. Mungkin ini cerita kamu juga.
Sesak sedikit
Lapangan yang sekarang jadi perumahan. Dan satu bab yang membuat pembaca diam agak lama.
- 31bab, plus prolog dan epilog
- 66ilustrasi hitam putih
- 143halaman A5, format PDF

Cuplikan Bab 13Selama seminggu itu saya berganti pilihan sembilan kali. Pada malam terakhir, saya berbaring menatap langit-langit dengan beban pikiran yang menurut saya setara dengan seorang presiden menentukan harga beras.
Lebaran Kecil Bernama Samen
Mustafa Iqbal Wahid, anak guru yang besar di pinggir kota Cianjur dan lulus SD tahun 1998.
Karena buku tidak boleh jadi Teh Kotak setahun sekali.
Dulu Teh Kotak terasa mewah karena harganya, jadi kami cuma meminumnya di hari samen. Sekarang yang terasa mewah justru buku. Novel cetak di toko umumnya mulai Rp70.000an, dan bisa lebih mahal lagi di luar Jawa karena ongkos kirim. Kalau membaca harus menunggu hari istimewa, lama-lama orang lupa rasanya.
- 54,80skor kegemaran membaca Indonesia tahun 2025, dari skala 100
- 1 : 90satu buku di perpustakaan daerah ditunggu sekitar 90 orang
- Rp70.000+harga umum satu novel cetak di toko buku
Tanpa kertas, tanpa ongkir
Ebook tidak perlu dicetak, dikirim, atau dititipkan ke toko. Semua penghematan itu saya kembalikan ke harga.
Satu harga se-Indonesia
Dari Sabang sampai Cianjur, harganya sama persis. Merauke juga, tenang saja. Tidak ada ongkir yang bikin batal beli.
Terbit di Hari Guru
Yang pertama mengajari saya membaca adalah guru, dan kebetulan juga bapak saya. Buku ini balasan kecil untuk mereka.
Kalau kamu sudah baca dan suka, cara membalasnya gampang: ceritakan ke satu teman. Minat baca itu menular, sama seperti tawa.
Sumber: Survei Tingkat Kegemaran Membaca 2025, Perpustakaan Nasional, dirilis BPS (Metro TV); rasio koleksi perpustakaan daerah, kajian Perpustakaan Nasional (Medcom); kisaran harga novel dari pantauan media (GoodStats).
Baca dulu prolog dan dua babnya.
Kalau tidak ketawa, tidak usah beli. Kalau ketawa, ya sudah, Balon menunggu di halaman berikutnya.